Energy of The Future

Dae Jang Geum

Dae Jang Geum

Kisah ini dimulai dengan peristiwa pembunuhan ratu, yaitu diminumkannya racun kepada sang ratu oleh pejabat militer Seo. Setelah kejadian itu, pejabar militer Seo merasa dihantui rasa bersalah sehingga berputus asa dan terjerumus dengan minum-minuman keras. Suatu ketika dia ditolong oleh seorang peramal dan peramal itu memberikan ramalannya bahwa dia akan membunuh seorang wanita, menyelamatkan seorang wanita namun wanita itu akan mati karenannya, dan dia akan mati karena seorang wanita lain namun si wanita terakhir ini akan menyelamatkan banyak orang. Tiga orang wanita ini akan mempengaruhi jalan hidupnya. Wanita pertama ternyata sudah ia temui yaitu si ratu yang mati di tangannya, Dia bertanya bagaimana menghindari kematian itu dan jawabannya adalah untuk tidak bertemu dengan wanita kedua.

Dilain situasi di dapur istana, seorang dayang istana Park Myun Yee melihat dayang istana lainnya memasukkan bahan yang tidak boleh dimasukkan ke dalam makanan ratu. Dia melaporkan kejadian ini kepada temannya Han Baek Young dan kepada dayang pencicip makanan. Ternyata hal itu dalah sebuah konspirasi untuk mencelakakan ratu, sehingga mereka berusaha menutupinya dengan membunuh Park Myun Yee. Dalam suatu tuduhan rekayasa, Park Myun Yee dihukum dengan diminumkan racun oleh para dayang istana. Untungnya Han Baek Young yang juga temannya Park Myun Yee mencoba menyelamatkannya dengan cara meminumkan juga penawar racun kepadanya. Myun Yee kemudian dibuang ke sungai dalam keadaan sekarat, dan ditemukan oleh pejabat militer Seo yang sudah mengundurkan diri dari jabatannya. Seo menyelamatkannya dan pada akhirnya kabur bersama. Mereka kemudian menikah di pelarian itu dan melahirkan seorang putri yang namanya Seo Jang Geum.

Jang Geum tumbuh menjadi anak perempuan yang cerdas dan selalu bertanya mengenai apa pun. Ia ingin belajar menulis dan membaca seperti anak-anak bangsawan dan lainnya. Namun karena mereka dalam pelarian Jang Geum selalu dicegah untuk melakukannya. Jang Geum belajar sendiri pada ibunya menulis dan membaca.

Pada suatu ketika Jang Geum dan bapaknya berjalan-jalan ke suatu pasar. Di pasar itu ada kompetisi gulat yang hadiahnya seekor kambing. Jang Geum meminta bapaknya ikut lomba, dan ternyata bapaknya menang. Tapi karena yang dikalahkan merasa kecewa maka dia menghina bapaknya dimuka umum. Jang Geum yang tidak mau bapaknya dihina, kemudian membocorkan rahasia bahwa bapaknya adalah pejabat militer. Kontan kejadian ini membuat para prajurit kerajaan menangkapnya karena dia termasuk buronan yang selama ini dicari akibat pembunuhan terhadap ibu kandung raja. Dia pun ditangkap dan Jang Geum pulang ke ibunya menceritakan apa yang terjadi. Ibunya memutuskan untuk ke ibukota untuk bertemu bapaknya untuk terakhir kalinya.

Dalam perjalanan ke ibu kota, Jang Geum menyamar sebagai seorang anak laki-laki guna menghindari pengejaran prajurit. Kedatangan Myun Yee ke ibukota diketahui keluarga Choi yang dulu berniat membunuhnya. Mengetahui hal itu, mereka merencanakan pembunuhan Myun Yee dengan mengirimkan pembunuh bayaran. Han Baek Young yang ditemui Myun Yee kemudian berusaha menyelamatkan Myun Yee dengan mengirimkan prajurit melindunginya. Akan tetapi di perjalanan rombongan mereka diserang para pembunuh bayarana sehingga Myun Yee terkena panah. Ia bersama Jang Geum kemudian bersembunyi di sebuah gua. Karena paranya luka, Myun Yee akhirnya tewas di samping Jang Geum. Pesan terakhirnya pada Jang Geum adalah untuk memintanya menjadi dayang utama agar bisa membersihkan kehormatan keluarganya dan menuliskan kisah kematian ibunya pada buku catatan para dayang utama, selain itu Jang Geum diberikan surat wasiat dan petunjuk-petunjuk bagaimana sukses di istana.

Jang Geum yang sebatang kara kemudian pergi ke kota dan karena lapar terpaksa mencuri makanan dan tertangkap oleh keluarga Kang Duk Gu seorang tukang masak istana dan istrinya pengusaha minuman anggur. Mereka merasa kasihan dan akhirnya mengangkatnya menjadi anak dengan balasan Jang Geum harus membantu bisnis anggurnya. Jang Geum pun menjadi pengantar anggur kepada para pelanggan Duk Gu dan istrinya.

Sementara itu raja yang berkuasa tidak disukai oleh banyak pejabat. Raja dinilai kejam dan tidak mementingkan kesejahteraan rakyat. Akibatnya beberapa pejabat merencanakan suatu kudeta terhadap raja. Mereka mendekati pangeran mahkota untuk diangkat menjadi raja. Guna menyukseskan misi ini, mereka mengirimkan anggur berpesan rahasia kepada pangeran mahkota dan menyuruh Jang Geum mengantarkannya, karena tidak akan dicurigai penjaga kerajaan. Jang Geum kemudian memberikannya pada pangeran dan mendemonstrasikan cara meminum anggur itu. Kecerdasan Jang Geum kemudian menimbulkan kekeguman pangeran. Pada saat itu Jang Geum juga meminta pada dayang yang sedang melayani pangeran agar mengajaknya menjadi calon dayang istana. Atas rekomendasi pangeran tadi maka Jang Geum pun diundang menjadi calon dayang istana. Kudeta berhasil dan sang pangeran diangkat menjadi raja yang baru.

Jang Geum kecil kemudian memulai kehidupannya di istana sebagai calon dayang. Sebagai tes awal Jang Geum dites keperawanannya dengan memakai darah burung merpati, hasilnya gagal tapi kemudian dicoba lagi dan akhirnya lulus. Jang Geum kemudian bertemu Yeong Saeng yang sedang mencari kura-kura peliharaannya yang hilang. Dalam proses ini mereka bertemu juga dengan Gem Young yang sedang memberi hormat pada seorang calon pejabat. Jang Geum membantunya melakukan hal ini dan mereka pun menjadi mengenal satu sama lain. Setelah kejadian itu, Jang Geum dan Yeong Saeng kesasar ke dapur penyajian makanan untuk raja. Mereka tanpa sengaja merusak makanan itu dan kehebohan pun terjadi. Dayang Han yang merupakan teman ibu Jang Geum dulu membereskan kekacauan ini dan membuat makanan memakai bahan yang tersedia yaitu Jahe. Akibat kejadian ini Jang Geum dihukum oleh dayang pengajar istana untuk tidak mengikuti pelajaran di luar. Dengan semangat dorongan pesan ibunya, Jang Geum bersedia melakukan apa saja untuk ikut belajar. Semangat Never Give Up ini kemudian membuat Jang Geum boleh mengikuti ujian, namun ujian yang dilakukan lebih berat dan sulit soalnya disbanding calon dayang lainnya. Karena kecerdasannya Jang Geum akhirnya lulus menjadi calon dayang dan berguru pada dayang Han.

Jang Geum diawal langsung meminta Dayang Han mengajarnya agar bisa segera menjadi dayang utama dapur kerajaan. Dayang Han tidak suka kata-kata segera dan menurutnya hal itu perlu proses yang panjang Jang Geum pun kemudian dididik dengan cara yang unik oleh Dayang Han sehingga memiliki kemampuan yang lebih baik daripada dayang lainnya. Tapi Jang Geum dikucilkan oleh para calon dayang lainnya karena terlalu mencolok. Jang Geum beberapa kali dikerjai oleh teman-temannya. Jang Geum ditugasi mencuci piring sendirian dan beberapa tugas berat lainnya.

Kasus 1: Makanan basi

Badai pasir yang cukup besar melanda kerajaan. Hal ini mengakibatkan makanan-makanan di istana kerajaan menjadi cepat basi. Kecuali di dapur utama tempat Jang Geum mencuci piring. Makanan disini tidak menjadi basi. Selidik punya selidik ternyata hal ini diakibatkan Jang Geum yang memasak air untuk mencuci piring tersebut sehingga lebih steril dan terhindar dari kontaminasi. Kemudian para dayang pun mengikuti cara Jang Geum itu di seluruh dapur istana. Dayang Han kegum atas kecerdasan Jang Geum dan semakin sayang padanya.

Dayang Jung dari gudang kacang diangkat menjadi dayang utama, tapi dibalik itu ada kebusukan dayang Choi musuh ibunya yang menggunakannya sebagai boneka untuk melaksanakan keinginannya terhadap kekuasannya. Dilain pihak, Jang Geum pun tumbuh menjadi remaja dengan tugas-tugas unik yang dilakukan oleh dayang han.

Kasus 2 : Putri mogok makan

Putri mogok makan sehingga jatuh sakit sehingga para dayang istana heboh mencari cara agar dia mau makan lagi. Jang Geum yang selalu bereksperimen menemukan bahwa jika batu bara dimasukkan ke dalam pasta kacang, maka pasta kecang terhindar dari bau yang kurang sedap sehingga hasilnya lebih enak. Atas dasar inilah Gem Young menemukan solusi masalah mogok makan si putri. Putri akhirnya mau makan lagi setelah buburnya dimasukkan batu bara sehingga lebih segar.

Kasus 3 : Ayam emas

Suatu ketika, seorang utusan dari Ming datang berkunjung ke kerajaan membawa ayam emas yang langka. Gem Young ditugasi menjaga ayam tadi. Tapi karena kecerobohannya, dia lupa mengunci pintu kandang ayam tadi sehingga si ayam kabur entah kemana. Jang Geum yang memperhatikan kegelisahan Gem Yong yang hilang ayam kemudian menawarkan diri untuk membantu mencarinya ke luar istana melalui jalan rahasia. Kedua gadis itu kemudian keluar dan mencarinya di rumah paman Gem Yong. Jang Geum juga mencarinya di rumah Kang Duk Gu dan mereka berjanji untuk kumpul lagi jam lima sore di rumah Gem Yong. Di perjalanan Jang Geum yang sudah menemukan ayam emas ternyata berpapasan dengan kawanan mata-mata Jepang yang sedang dikejar-kejar pasukan pengawal kerajaan. Di tengah pertempuran itu, seorang komandan terkena pisau beracun dari salah-seorang mata-mata jepang dan terluka parah. Jang Geum melihatnya dan kebingungan antara harus secepatnya ketemu Gem Yong dan menolong komandan itu. Akhirnya Jang Geum menolongnya dengan menggunakan tanaman-tanaman liar yang ada disekitarnya dan membalut lukanya sehingga terbungkus rapi. Setelah semua beres dia bergegas pergi ke rumah Gem Yong, disaat itu ornamen warisan bapaknya terjatuh di dekat sang komandan. Peristiwa ini membuat Jang Geum terlambat datang ke rumah Gem Yong.  Gem Yong sudah pergi ke istana ditemani Dayang Choi. Akhirnya Jang Geum tertangkap penjaga gerbang ketika menyelinap masuk dan ditahan di kantor kejaksaan.

Dayang-dayang kemudian memutuskan Jang Geum dipecat dari istana, namun dengan bantuan Dayang Utama Jung dan Han yang merelakan untuk tidak digaji selama tiga tahun, Jang Geum akhirnya dimaafkan dan hanya dihukum untuk pergi ke kebun istana. Sebuah hukuman yang sebenarnya juga bukan hal yang mudah karena jarang ada yang berhasil di kebun istana itu.

Kasus 4 : Kebun Istana

Jang Geum kemudian pergi ke kebun istana dengan perasaan berat, dia bertemu dengan para pekerja kebun yang bermalas-malasan dan kerjanya hanya tidur dan mabuk-mabukan. Jang Geum mengambil inisiatif untuk mencoba menanam rumput astragalus yang langka dan mahal harganya. Apa yang dilakukan Jang Geum ini diketawakan oleh para pekerja yang sudah putus harapan. Tetapi Jang Geum berusaha dan berusaha lagi menanam tumbuhan tersebut. Akhirnya setelah sekian lama, Jang Geum berhasil menumbuhkan beberapa tanaman astragalus. Keberhasilan Jang Geum ini kemudian menumbuhkan semangat para pekerja kebun istana sehingga mereka bersemangat kembali untuk bekerja. Dalam proses ini Jang Geum berkenalan dengan komandan letnan Min Jung Ho yang ia selamatkan beberapa waktu yang lalu. Min Jung Ho kebetulan sedang berlatih dengan pasukannya tidak jauh dari kebun istana dan bertugas juga di kantor perbekalan. Jang Geum kemudian berniat untuk mempelajari lebih jauh mengenai tanaman obat dan diberi izin untuk meminjam buku di kantor perbekalan, disinilah kemudian Jang Geum dan Jung Ho sering bertemu karena ingin meminjam buku. Pertemuan mereka ini menumbuhkan rasa saling suka sedikit demi sedikit. Keberhasilan Jang Geum menumbuhkan astragalus ternyata tidak disukai beberapa pihak sehingga banyak yang berusaha merusak tanaman itu sebelum berhasil matang. Selidik punya selidik ternyata hal ini didukung oleh petugas perbekalan karena menyangkut kepentingan bisnis monopoli kelompok Pal Sul Choi. Pejabat Jung yang merasa tidak adil jikalau keberhasilan ini tidak dihargai, berpura-pura mabuk dan menjual sebagian rumput astra galus itu ke pasar sehingga terpublikasilah bahwa kebun istana berhasil menumbuhkan rumput astragalus yang sangat berharga. Dapur istana pun mendengar keberhasilan Jang Geum dan mereka memutuskan untuk mengundang Jang Geum kembali ke dapur istana untuk mengikuti ujian kontes masak dayang istana. Kontes ini menentukan masuk tidaknya Jang Geum ke dapur istana sebagai dayang. Selama di kebun istana dia juga sering dikirimi catatan teknik masak oleh Gem Yong dan Yeon Saeng sehingga sedikit-sedikit dia juga bisa beberapa teknik.

Kasus 5 : Kontes Masak

Ujian pun akhirnya dilaksanakan. Tes awalnya adalah untuk menebak nama makanan yang akan diujikan dari kisah yang dibacakan dayang penguji. Hal ini membuat Jang Geum kaget karena selama ini dia tidak mempelajari kisah-kisah dibalik makanan sehingga dia tidak bisa menjawab ujian pertama ini. Jawaban dari kontes pertama ini adalah pangsit. Sebagai akibatnya Jang Geum memperoleh giliran terakhir dalam memilih bahan makanan.

Dengan bahan yang ada, Jang Geum berusaha menyiapkan kaldu dari daging dan beberapa pelengkap lainnya. Malam pun tiba, dan bahan-bahan itu ditinggalkan di tempat kontes. Ketika Jang Geum mau mengecek bahan makanannya, ternyata ia menemukan bahwa tepung gandung jatahnya sudah hilang dicuri orang. Ternyata seorang calon dayang dari ruang menjahit mengambilnya kerena ingin membuatkan makanan terakhir buat dayang pengasuhnya. Jang Geum yang tidak tega dengan kisah sedih sang dayang penjahit pun akhirnya merelakan tepung gandumnya dan bahkan membantunya membuat pangsit untuk dayang pengasuhnya itu.

Pagi-paginya kontes memasak pun dimulai. Jang Geum yang mencari bahan pengganti di kebun istana menggunakan daun kubis sebagai pengganti kulit pangsit. Waktu memasak pun usai dan tibalah saat penilaian. Gem Yong menempati juara pertama karena ide kreatifnya membuat pangsit dalam pangsit. Jang Geum dinyatakan gagal karena tidak menjaga bahan makanannya dengan baik. Tiba-tiba ibu suri datang berkunjung dan melihat-lihat hasil kontes. Ketika melihat masakan Jang Geum, ia bertanya urutan keberapa dalam kontes ini, dan sangat terkejut ketika mengetahui bahwa Jang Geum gagal. Ibu suri menyatakan bahwa Jang Geum sudah berhasil menemukan bahan baru untuk makanan yang bisa dikonsumsi rakyat biasa daripada tepung gandum yang mahal. Akhirnya Jang Geum diluluskan atas perintah ibu suri. Jang Geum pun jadi dayang istana.

Kasus 6 : Buku Wasiat & Jimat

Jang Geum sekarang menjadi dayang istana sehingga dia punya akses untuk masuk kedalam dapur penyajian makanan. Jang Geum yang sudah lama menunggu hal ini kemudian segera beraksi mencari buku wasiat peninggalan ibunya di dapur penyajian. Jang Geum menjadi sering ke dapur penyajian walaupun diluar jadwal piketnya. Suatu ketika Jang Geum berhasil menemukan buku wasiat ibunya, akan tetapi Gem Yong pun punya misi untuk menyimpan jimat keguguran kedalam dapur. Ternyata keluarga Choi punya niat kurang baik kepada permaisuri yang sedang mengandung. Dayang Jung kemudian menemukan jimat itu. Jang Geum dan Gem Yong pun diinvestigasi. Jung menemukan bahwa jimat itu bisa mengganggu kehamilan permaisuri. Dalam proses investigasi itu Jang Geum tutup mulut karena melindungi buku wasiatnya dan Gem Yong tutup mulut karena takut ketahuan niat buruk keluarganya. Akhirnya Choi meminta kasus ini dipeti-eskan karena dia juga punya kepentingan kepada Gem Yong. Hal itupun dianggap tidak pernah terjadi. Walau pun demikian Jung mengetahui bahwa Choi punya niat yang jahat.

Kasus 7 : Pejabat Ming yang Diabetes

Han dan Jang Geum ditugasi untuk melayani pejabat Ming yang datang berkunjung. Mereka mengetahui bahwa pejabat itu terkena diabetes sehingga membuat makanan yang hanya terdiri dari sayur-sayuran. Hal ini membuat geram perdana menteri sehingga memarahi Han dan menuduh Han menghina pejabat Ming. Han pun kemudian dikurung ke dalam tahanan. Jang Geum yang membela gurunya kemudian mempertaruhkan hidupnya jikalau pada hari kelima pejabat itu tidak merasakan perbaikan maka bersedia mati.

Hari demi hari berjalan pejabat ming itu merasa tidak enak dengan masakan Jang Geum. Jang Geum berusaha lebih keras lagi dan pada hari terakhir ia bisa menggugah perasaan pejabat ming itu dan akhirnya Han pun dibebaskan dari tahanan dan melayaninya selama sisa kunjungan pejabat itu. Kondisi pejabat itu pun membaik dan sangat berterimakasih pada kedua dayang yang mau mempertaruhkan nyawanya demi kesehatan penikmat masakannya.

Kasus 8 : Pengasuh permaisuri

Pengasuh permaisuri sudah menjelang ajalnya, karena peraturan istana, maka dia dikirim ke kuil agar dapat mati dengan tenang. Untuk kasus ini Jang Geum, petugas kesehatan Jung dan Min Jung Ho ditugaskan untuk menemani sang pengasuh. Karena dia sedang sekarat, maka tugas mereka adalah mengabulkan permohonan terakhirnya apapun itu. Sang pengasuh meminta dicarikan beras khusus yang dulunya pernah dia rasakan ketika saudaranya mati karena kelaparan. Jang Geum pun berusaha mencarinya. Percobaan-percobaan dilakukan namun belum juga berhasil. Akhirnya Jang Geum menemukan bahwa bukan hanya hasil yang penting melainkan proses dan kesabaran dan ketekunan menjadi patokan dalam keberhasilan. Beras yang dimintapun akhirnya ditemukan dan sang pengasuh meninggal dengan damai. Tugas Jang Geum pun selesai.

Selama di kuil itu Jang Geum dan Min Jung Ho semakin dekat. Jung Ho membelikan Jang Geum alat tulis yang cocok dipakai olehnya. Akan tetapi hal tersebut dilihat oleh Gem Yong yang berkunjung ke kuil. Gem Yong menjadi benci terhadap Jang Geum karena dianggapnya sudah merebut pria yang dicintainya. Dilain pihak Jang Geum yang belum pernah melihat laut diajak Duk Gu untuk pergi kesana. Jang Geum sangat bahagia sehingga berlari-larian bermain ombak di tepi pantai. Pada saat itu terjadilah momen romantis antara Min Jung Ho dan Jang Geum. Jang Geum yang sedang asyik bermain ombak tiba-tiba melihat Jung Ho sedang menatapnya dari atas batu. Jang Geum yang kaget sekaligus terpesona terdiam menganga melihat Jung Ho sampai-sampai sepatunya jatuh kedalam air. Selama beberapa saat mereka bertatapan mata. Kemudian mereka berdua bermain-main di air laut seperti sepasang kekasih yang sedang berpacaran.

Setelah capek bermain di pantai keduanya membuat api unggun untuk membakar ikan yang mereka peroleh untuk makan malam. Di saat itulah Jang Geum curhat kepada Jung Ho mengenai masa lalu dan keinginan-keinginannya di istana. Jung Ho dengan lembut mendengarkan dan menampung semua curhatan Jang Geum sampai saatnya mereka harus pulang kembali ke istana.

Kasus 9 : Hilangnya indera perasa lidah Jang Geum

Sekembali dari kuil tersebut, putera mahkota menderita kelumpuhan. Semua istana gempar dan panik mencari solusinya. Jang Geum melakukan riset dan percobaan. Akhirnya setelah proses yang panjang Jang Geum menemukan penyebab masalahnya yaitu minyak pala dan ginseng yang bisa membuat kelumpuhan jika keduanya dikombinasikan. Untuk membuktikannya Jang Geum mencobanya pada dirinya sendiri dan ternyata Jang Geum juga menderita kelumpuhan. Setelah ditemukan penyebabnya maka perawatan pun dilakukan dan baik putera mahkota maupun Jang Geum keduanya berangsur pulih kembali. Akan tetapi Jang Geum belum menyadari efek samping lainnya terhadap indera perasanya sampai suatu hari yaitu ulang tahun dayang sekertaris kerajaan.

Hubungan dayang Jung dan dayang Park sekertaris kerajaan memang sedang buruk. Dayang Jung yang sedang dilanda penyakit kronis diminta membuatkan hidangan untuk ulang tahun dayang Park. Jang Geum diminta untuk membantunya membuatkan masakan spesial tersebut. Karena lidah Jang Geum sudah tidak peka lagi, maka dia memasukkan bumbu yang terlalu banyak. Akibatnya ketika dayang Jung menghidangkan masakan tersebut pada dayang Park, seketika itu dayang Park memaki dayang Jung dan menuduhnya ingin menghinanya di hari ulang tahun itu. Dayang Jung yang tidak tahu bahwa masakannya kelebihan bumbu, memendam kesedihan itu dalam dirinya. Jang Geum yang juga kebingungan akan masalah ini kemudian dites indera perasanya oleh dayang Jung. Hasilnya Jang Geum memang sedang kehilangan indera perasanya. Dan untuk seorang dayang dapur istana hal tersebut adalah pukulan besar.

Dalam kefrustasiannya Jang Geum dibantu dayang Han berobat kesana kemari, namun mereka berdua belum menemukan obat yang tepat. Jang Geum yang harus membantu dayang Han dalam kontes memasak akhirnya dilatih untuk bisa memasak tanpa merasakannya dengan lidahnya, melainkan dengan menggambarkan rasanya dalam pikirannya. Cara ini pun berhasil membuat Jang Geum mampu memasak lagi. Akan tetapi ternyata perlombaan masak ini menggunakan bahan daging ikan paus yang belum pernah dicoba oleh Jang Geum, akibatnya dia tidak bisa menggambarkan rasa dari sesuatu yang belum pernah dia rasakan sebelumnya. Dayang Han tetap pada keputusannya memakai Jang Geum sebagai asistennya karena dia percaya pada kemampuan Jang Geum dan terus menyemangatinya untuk tidak mudah menyerah.

Akhirnya dibantu oleh petugas kesehatan Jung di kebun istana, Jang Geum diobati memakai akupuntur sengatan lebah. Indera perasa Jang Geum pun sembuh kembali.

Dilain pihak Dayang Jung menemukan bahwa buku diary dayang utama yang seharusnya menjadi miliknya selama ini dipegang oleh dayang Choi. Kejadian ini membuat Jung semakin benci pada Choi yang mengkhianatinya.

Kasus 10 : Raja Pergi Berburu

Raja pergi berburu tahunan, dalam rangka itu beberapa dayang dari dapur kerajaan ikut serta untuk menyiapkan hidangan raja di tempat perburuan. Dalam peristiwa itu dayang Min secara tidak sengaja salah memasukkan bahan makanan tertukar dengan racun dari cumi-cumi yang melumpuhkan. Akbatnya beberapa dayang senior menjadi pingsan. Gem Yong dan Jang Geum yang masih sehat harus bekerjasama menyiapkan hidangan. Keduanya bahu-membahu membuat masakan untuk raja. Dalam proses ini Jang Geum mempelajari bagaimana pengaruh air dari berbagai sumber air yang bisa memberikan cita rasa berbeda.

Kasus 11 : Lomba ketiga

Dayang Han dan dayang Choi ditugasi menyiapkan makanan istimewa untuk ulang tahun Ibu Suri. Akan tetapi dalam prosesnya pihak Choi menggunakan cara curang dengan menculik dayang Han dan membawanya ke tempat lain. Akibatnya Jang Geum harus menggantikan tugasnya memasak melawan dayang Choi. Berkali-kali kalah dari Choi masakan demi masakan. Pada masakan terakhir Jang Geum menghidangkan buah stroberi liar yang pernah ia berikan pada ibunya saat menjelang kematiannya. Hidangan ini membuat raja merasa terharu dan mengatakan bahwa Jang Geum adalah dayang terhebat. Akibatnya Jang Geum dan dayang Han dianggap sebagai pemenang kontes dan Dayang Han yang akhirnya diselamatkan Min Jung Ho pun diangkat menjadi Dayang Utama dapur istana.

Kasus 12 : Wabah Penyakit

Terjadi wabah penyakit di istana, beberapa dayang istana yang terlihat mengalami gejala dibawa keluar istana. Dayang Choi yang sangat benci pada Dayang Jung kemudian menuduh Jung terkena wabah padahal sebenarnya Jung menderita sakit yang lain. Di pengasingan Jung diberi obat yang salah oleh suruhan Choi, namun hal ini dapat dicegah sehingga dayang Jung pun berangsur-angsur sehat dan bisa kembali ke istana.

Kasus 13 : Kebencian Choi

Akibat kekalahannya dari dayang Han di kontes masak, Choi mempengaruhi dayang-dayang lain untuk memboikot acara pengangkatan dayang Han sebagai dayang utama. Dayang Jung yang sakit juga dipaksa harus meninggalkan istana ditemani Jang Geum dan Yeon Saeng. Acara pengangkatan dayang Han tidak dihadiri oleh satupun dayang istana, hal ini membuatnya sangat sedih dan menjurus putus asa.

Sementara itu Dayang Jung yang sekarat bernostalgia dengan Jang Geum dan Yeon Saeng tentang masa kecil mereka dulu. Pada akhirnya Dayang Jung memberikan pesan terakhir pada Jang Geum untuk melindungi dayang Han dan Yeon Saeng sepeninggalnya. Dayang Jung pun meninggal dunia. Abunya di terbangkan dari puncak gunung.

Kasus 14 : Dayang Han bangkit

Setelah kematian dayang Jung, Jang Geum pulang ke istana dan menemukan dayang Han yang berputus asa atas perilaku Choi dan kawan-kawannya. Jang Geum kemudian menyemangatinya untuk terus berusaha. Maka dayang Han meminta kepada ibu suri untuk dilakukan pertandingan ulang agar tidak ada protes dari dayang-dayang yang lain. Permintaan ini dikabulkan permaisuri dengan melakukan lomba membuat nasi.

Dayang Han yang tahu betul karakter kesukaan nasi para dayang lain akhirnya memenangkan lomba ini. Semua dayang kemudian menerima keputusan ini. Dayang Han pun dilantik menjadi dayang utama sesungguhnya.

Tugas pertama dayang Han adalah mengirim Choi ke gudang kacang agar tidak mengganggu tugasnya. Dia juga menunjuk Jang Geum untuk menyelidiki kondisi logistik setiap dapur. Dalam tugas itu Jang Geum menemukan adanya mark up barang di semua dapur istana. Bersama Jung Ho dan Jang Geum dayang Han menyelidiki grup pal sul Choi yang memonopoli suplai ke istana. Kegiatan ini semakin membuat pihak keluarga Choi memmbenci dayang Han dan berusaha menjatuhkannya.

Kasus 15 : Jang Geum Menemukan Teman Ibunya

Suatu hari Jang Geum menyimpan surat pada tempat cuka buah kesemek milik ibunya dan teman ibunya dan berharap teman ibunya tersebut bisa menemuinya. Ternyata Han yang memang teman ibunya menemukan surat itu dan bergegas mencari Jang Geum. Jang Geum pun pada saat yang sama mengetahui bahwa Han menggunakan cuka buah kesemek milik ibunya dulu. Keduanya kemudian bertemu di tengah lapangan dan terharu bahwa selama ini mereka mencari ternyata sudah bersama dari awalnya.

Mereka kemudian menemukan bahwa ada orang lain juga yang mengetahui hubungan mereka karena surat wasiat ibu Jang Geum dicuri orang. Ternyata pencurinya adalah pihak Choi. Kejadian ini membahayakan nyawa Jang Geum dan Han sehingga mereka harus berhati-hati karena pihak Choi pasti akan berusaha membunuh keduanya.

Kasus 16 : Bebek Bersulfur

Raja pergi ke tempat pemandian air panas yang disarankan Han. Kemudian dalam kerumitan situasi, Raja jatuh pingsan. Dalam pada itu pihak Choi kemudian menjebak Han sebagai penyebab peristiwa itu karena masakan yang dibuatnya. Han dan Jang Geum kemudian ditangkap dan diadili.

Han yang disiksa terus menerus kemudian terpaksa mengaku untuk melindungi Jang Geum. Mereka kemudian diasingkan ke Pulau Jeju. Di perjalanan menuju pengasingan, Han meninggal dan Jang Geum pun sebatang kara menjadi budak di Pulau Jeju.

Min Jung Ho yang mengetahui bahwa Jang Geumlah yang pernah menolongnya dulu, merasa sedih atas dibuangnya Jang Geum ke pengasingan. Jung Ho kemudian menyusul ke Pulau Jeju dan meminta ditugaskan disana agar dapat selalu dekat dengan Jang Geum.

Di Pulau Jeju Jang Geum berkali-kali berusaha kabur namun kemudian dicegah Jung Ho karena hal tersebut tidak terhormat. Jang Geum harus bisa mengembalikan kehormatannya sebelum bisa kembali ke istana. Keduanya pun kemudian sepakat untuk saling membantu di pulau tersebut. Jung Ho menjadi pejabat angkatan laut di pulau Jeju sedangkan Jang Geum belajar ilmu pengobatan pada Jang Duk seorang perawat bekas budak. Jang Geum menemukan bahwa bila dia bisa menjadi perawat maka dia punya kesempatan untuk kembali ke istana dan membalaskan dendam ibunya dan dayang Han.

Kasus 17 : Perompak Jepang

Suatu saat semua tentara di pulau Jeju harus pergi ke tempat lain untuk tugas pengawalan akibatnya pulau tersebut menjadi mudah diserang. Pada waktu yang sama terjadi penyerangan oleh perompak Jepang sehingga semua orang yang ada ditawan termasuk Jang Geum. Jenderal Jepang di pasukan itu sedang mengalami sakit yang parah, sehingga mereka meminta dokter yang ada di pulau untuk mengobatinya. Jang Geum yang memiliki keterampilan merawat kemudian dipaksa untuk mengobati sang jenderal.

Jenderal itu kemudian diobati dan dengan strategi Jang Geum dia berhasil menghubungi tentara Min Jung Ho. Ketika itupun kemudian tentara Min Jung Ho menyerbu perompak Jepang dan berhasil merebut kembali pulau Jeju. Atas kejadian itu Min Jung Ho kemudian harus pergi ke ibukota untuk melapor.

Di ibukota ternyata kejadian tersebut direkayasa sehingga Jang Geum menjadi kambing hitamnya karena menolong pihak musuh sehingga Jang Geum ditangkap dan diadili di ibukota. Jung Ho kemudian menemui raja dan memberitahukan kejadian sebenarnya dan Jang Geum pun terbebas dari tuduhan itu.

Jang Geum berterimakasih pada Jung Ho dan memintanya untuk tetap di ibukota dengan janji bahwa suatu saat dia akan kembali ke ibukota dan menemuinya.

Kasus 18 : Anak pejabat Desa

Di perjalanan pulang menuju Jeju, Jang Geum memperbaiki kuburan Dayang Han dan bertemu dengan anak pejabat desa yang sakit. Jang Geum berusaha menyembuhkan anak itu dan akhirnya berhasil sembuh. Atas jasanya orang tua anak itu memberitahu Jang Geum mengenai tes calon perawat istana di ibukota. Jang Geum tidak jadi ke Jeju dan memutuskan untuk mengikuti tes tersebut. Jang Geum kemudian lulus dan bisa masuk ke sekolah perawat istana.

Kasus 19 : Di Sekolah Perawat

Belum apa-apa di sekolah perawat, Jang Geum sudah diberi nilai gagal dua kali, padahal batas untuk bisa lulus adalah maksimal tiga kali nilai gagal. Nilai gagal ini disebabkan Jang Geum pernah mempraktikan ilmu pengobatan secara illegal karena tanpa sertifikat perawat, dan yang kedua karena kecerobohan Jang Geum memilih obat dan racun. Selain itu Jang Geum dinilai tidak memiliki karakter perawat karena terlalu sombong akan kemampuan dirinya. Menyadari kesalahan tersebut kemudian Jang Geum memperbaiki dirinya dan berhasil lulus menjadi lulusan terbaik dan berhak menjadi perawat istana.

Kasus 20 : Permaisuri Keguguran

Setelah masuk kembali ke istana, Jang Geum menemui kasus keguguran permaisuri yang berakibat sakit yang berkepanjangan. Dengan keahliannya Jang Geum berhasil menyelamatkan nyawa permaisuri karena mengetahui adanya janin yang belum berhasil dikeluarkan dari rahim permaisuri. Dalam prosesnya terjadi konflik dengan sesama perawat yang merasa iri yaitu Yeol Hee.

Kasus 21 : Ibu Suri Mogok Makan

Ibu Suri mogok makan akibat menolak kebijakan politik raja. Hal ini membuatnya jatuh sakit parah. Ibu Suri menolak untuk diobati. Akan tetapi dengan kesungguhan Jang Geum, maka ibu suri akhirnya menerima untuk dirawat dan makan kembali. Jang Geum memberikan teka-teki kepada sang ibu suri yang akhirnya menyadari kesalahan tindakannya. Akibatnya ibu suri kembali sehat wal afiat seperti sediakala.

Kasus 22 : Selir Li Hamil

Li Yeon Saeng yang sudah menjadi selir raja dikabarkan hamil. Akan tetapi dibalik kehamilannya ternyata Yeol Hee sengaja memberikan menu makanan yang salah dan membahayakan nyawa Yeon Saeng. Jang Geum yang mencium niat buruk tersebut kemudian berhadapan face to face dengan Choi dan Gem Yong yang sekarang sudah menjadi dayang sekertaris kerajaan dan dayang utama.

Kasus 23 : Wabah di Desa

Jang Geum dikirim ke desa yang terkena wabah. Awalnya Jang Geum merasa dikucilkan namun kemudian disaat yang sama Min Jung Ho juga ditugaskan kesana. Jang Geum pun kemudian lebih bersemangat untuk pergi ke desa tersebut.

Sebelum kasus selesai raja yang tidak sabar kemudian memerintahkan agar desa tersebut dibumihanguskan saja. Jang Geum yang dikerjain oleh Yeol Hee tidak mengetahui keputusan ini dan terjebak di desa yang akan dibakar. Min Jung Ho kemudian menjemput Jang Geum yang terjebak dan mereka berdua kemudian mencari penyebab wabah tersebut.

Warga desa yang merasa tidak diperhatikan raja kemudian mengurung Jang Geum di gudang yang terbakar. Min Jung Ho menyelamatkannya dari kebakaran itu dan cinta antara keduanya semakin mendalam. Kemudian mereka berhasil menemukan penyebabnya namun di istana tersiar kabar bahwa mereka berdua melarikan diri dari tanggung jawabnya.

Sepulangnya ke istana mereka menjelaskan segalanya dan bahkan diberikan penghargaan oleh raja atas jasa tersebut. Jang Geum pun kembali bertugas di rumah sakit kerajaan.

Kasus 24 : Raja Sakit Lagi

Jang Geum membuktikan bahwa sang raja selama ini sudah salah didiagnosa oleh para tabib istana. Dalam usaha mengembalikan kehormatan ibunya dan dayang Han, Jang Geum berusaha mencari penyebab sakitnya raja. Ia berkeyakinan bahwa dayang Han tidak bersalah dan bebek bersulfur bukanlah penyebab penyakit raja di masa lalu.

Dengan menghadapi bahaya dan risiko tinggi Jang Geum mencuri catatan kesehatan raja. Kasus ini diketahui oleh tabib istana sehingga dewan kasim memutuskan untuk membunuh Jang Geum. Dalam situasi yang genting itu, Permaisuri membuat perjanjian dengan Jang Geum untuk mencari tahu penyebab penyakit dan sebagai jaminannya adalah nyawa Jang Geum sendiri.

Akhirnya Jang Geum berhasil menyelesaikan kasus ini dan membuktikan bahwa dayang Han tidak bersalah. Kasus kemudian berpindah kepada sang tabib yang salah diagnosa.

Kasus 25 : Terbongkarnya Kejahatan Keluarga Choi

Kasus salah diagnosa itu kemudian mengarah pada keluarga Choi. Penyelidikan pun dilakukan dan dalam proses yang menegangkan terkuaklah kejahatan-kejahatan keluarga Choi dan juga Perdana Menteri Oh Gim Yo yang menyalahgunakan jabatannya demi kepentingan pribadi.

Choi dan Gem Yong dicopot dari jabatannya. Choi diasingkan namun berhasil kabur dari penjaga. Saat kabur Choi sempat berkunjung ke makan ibunya Jang Geum dan meminta maaf atas kesalahannya kemudian akibat halusinasinya dia terjun ke jurang dan mati. Gem Yong yang dipecat kemudian pergi meninggalkan istana. Perdana Menteri Oh Gim Yo diasingkan dan dijadikan budak. Kakak dayang Choi mati karena kesakitan disiksa. Semuanya pun dibersihkan dan kehormatan ibu Jang Geum, Jang Geum dan Dayang Han dikembalikan.

Kasus 26 : Jang Geum Menjadi Dayang Utama

Keberhasilan Jang Geum membuka kasus tersebut membuatnya memperoleh kesempatan untuk menjadi Dayang Utama dapur kerajaan yang merupakan cita-citanya sejak dulu ketika masuk istana. Walaupun hanya untuk beberapa hari saja, Jang Geum menunaikan janjinya kepada ibunya untuk menuliskan kisah kematiannya di buku catatan diary dayang utama.

Setelah selesai semua tugasnya di dapur istana, Jang Geum memohon untuk dipindahkan ke rumah sakit umum agar bisa belajar dan mencari pengalaman lebih banyak dalam ilmu pengobatan.

Cinta antara Jang Geum dan Jung Ho semakin memuncak, dan dalam suatu situasi yang agak mengerjai Jung Ho membuat Jang Geum yakin akan cintanya itu.

Kasus 27 : Permaisuri Ingin Membunuh Putra Mahkota

Permaisuri memanggil Jang Geum ke istana dna memintanya melakukan pembunuhan. Akan tetapi Jang Geum menolaknya karena bertentangan dengan prinsip yang diperjuangkannya sejak dulu yaitu tidak menggunakan keahlian memasak maupun pengobatan untuk memperoleh kepentingan kekayaan maupun kekuasaan semata.

Dalam situasi sulit tersebut Jang Geum menemui Jung Ho dan memintanya agar ia membawanya pergi ke negeri yang jauh karena tidak tahan dengan situasi di istana. Jang Geum dan Jung Ho kemudian melarikan diri dari istana berdua dalam situasi yang sangat romantis. Mereka berniat untuk menikah dan pergi dari kehidupan politik di istana yang menekan. Akan tetapi di perjalanan dicegat oleh pengawal kerajaan dan mengatakan bahwa Jang Geum dijadikan perawat pribadi raja sehingga tidak perlu melakukan pembunuhan itu. Dengan berat hati mereka berdua pun kembali ke istana.

Kasus 28 : Wabah Cacar

Anak permaisuri terkena cacar yang mematikan. Semua tabib istana tidak ada yang bisa mengobatinya. Kecuali jang Geum yang sedang mengobati cacar di desa yang terpencil. Jang Geum berhasil menemukan cara mencegah dan mengobati cacar. Kabar ini membuat permaisuri datang sendiri untuk meminta Jang Geum mengobati anaknya. Jang Geum pun setuju dan anak Pemaisuri sehat kembali.

Kasus 29 : Menjadi Perawat Pribadi Raja

Raja meminta Jang Geum untuk menjadi perawat pribadinya, akan tetapi keputusan ini membuat para pejabat dan ibu suri marah karena bertentangan dengan budaya selama ini di kerajaan. Jang Geum pun diusulkan untuk menjadi selir raja. Jang Geum yang mencintai Jung Ho tentu saja menolah kepada raja yang diam-diam juga mencintainya. Akhirnya disepakati Jang Geum menjadi perawat pribadi raja dengan jabatan level 3 dalam system 9 level dengan gelar kerhormatan Dae Jang Geum. Keputusan ini membuat Jung Ho yang mengusulkan proposal ini dikucilkan dan diasingkan ke tempat lain. Raja yang mengetahui hubungan Jang Geum dan Jung Ho mengaminkan dan mengasingkan Jung Ho dengan tujuan agar dirinya bisa dekat dengan Jang Geum tanpa gangguan Jung Ho.

Jang Geum yang mengetahui dibuangnya Jung Ho segera menyusul dan diperjalanan mereka bertemu. Jung Ho meminta Jang Geum untuk melupakan dirinya, namun Jang Geum menolaknya karena cintanya yang sangat mendalam. Keduanya kemudian berpisah sementara waktu.

Kasus 30 : Raja harus dioperasi

Penyakit raja semakin hari semakin parah sehingga Jang Geum mengusulkan agar usus besar raha harus dibedah dan dioperasi. Pada jaman tersebut hal seperti itu tidak pernah ada sehingga kontroversi pun terjadi. Jang Geum terancam akan dihukum oleh para pejabat yang menganggap tubuh raja tidak boleh dibiarkan berdarah.

Di saat yang kritis akhirnya raja memutuskan untuk menyelamatkan nyawa Jang Geum dengan menculiknya dan mengirimnya ke tempat Jung Ho dengan pesan agar Jung Ho dan Jang Geum pergi ke negeri Ming dan hidup disana. Raja kemudian mati dan Jung Ho serta Jang Geum dijadikan tersangka kambing hitam dan menjadi buronan polisi.

Kasus 31 : Jang Geum dan Jung Ho menikah

Di pelarian Jang Geum dan Jung Ho menikah dan mempunyai seorang puteri So Hyun yang memiliki sifat yang sama dengan Jang Geum. Keduanya bekerja, Jang Geum sebagai perawat dan Jung Ho mengajar.

Setelah 8 tahun berlalu di istana Permaisuri dan Selir Li kemudian memerintahkan Jang Geum dan Jung Ho untuk diperbaiki nama baiknya dan diminta kembali ke istana. Kemudian keduanya pulang keistana sebagai pejabat dan dae jang geum.

Keduanya kemudian memutuskan untuk mengabdikan diri di luar istana dan berencana membuat klinik serta sekolah yang bisa membantu orang banyak.

Di perjalanan dari istana Jang Geum menemukan seorang wanita petani yang hamil dan segera melahirkan namun tidak bisa secara alami. Jang Geum yang sudah sejak lama ingin mempraktikan cara operasi akhirnya memutuskan untuk melakukan operasi Caesar pertama di dunia pada wanita itu. Operasi itu berhasil dan cerita pun berakhir.

Tinggalkan sebuah Komentar

0 responses so far ↓

  • There are no comments yet...Kick things off by filling out the form below.

Tinggalkan sebuah Komentar